Sabtu, 17 Januari 2009

Kekuatan Cinta


Tidak bisa didefinisikan, menggetarkan jiwa dan hati kita, bergemuruh di dalam diri kita, itulah kata cinta. Wajar jika Ibnu Qoyim Al-Jauziah dalam bukunya yang berjudul taman-taman orang jatuh cinta, mengatakan, semestinya kecintaan seorang muslim kepada Allah SWT, jauh lebih besar daripada rasa takut karena saking dahsyatnya kekuatan cinta.

Lalu kita bertanya kenapa rasa cinta harus lebih besar daripada rasa takut kita kepada Allah SWT, Al-Jauziah menerangkan, kalau rasa takut lebih dominan menyelinap dalam bayang-bayang diri kita, maka yang muncul adalah ingin menjauh, menipisnya semangat pengorbanan dan tak ada ketulusan menjalankan ibadah. Namun, yang ada justru perintah ibadah menjadi beban dan terasa berat.

Namun, jika rasa cinta kita kepada Allah SWT lebih besar maka akan melahirkan kesetiaan, pengorbanan, ketulusan pun akan muncul dalam diri kita. Ibadah kita, pekerjaan kita, sodakoh kita, akan terasa ringan karena memang kita untuk yang kita cintai. Shalat dan dzikirpun tidak menjadi beban melainkan kebutuhan.

Kekuatan cinta seperti ini pula yang pernah dibuktikan oleh Masyitoh dan keluarganya. Dengan senyum mereka menjemput nyawa akibat kekejian Fir’aun. Masyitoh dimasukan ke dalam kuali yang berisi air panas. Rasa sakit, pedih dan pilu terkalahkan oleh rasa cintanya kepada Allah SWT.

Begitulah kekuatan cinta yang sungguh luar biasa. Tak heran, jika setiap orang ingin dicintai dan mencintai meskipun harus mengorbankan nyawa sekalipun. Atas kekuatan cinta pula, William Shakespeare, seorang penyair asal Inggris menuliskan kisah Romeo and Juliet.

Masih banyak kekuatan-kekuatan cinta yang mampu membangkitkan jiwa, sehingga jiwa tadinya tertidur dan lemah, menjadi kuat seperti pagar tembok yang tak runtuh diterjang badai. Gambaran ini yang dilakukan Mohandas Gandhi, seorang tokoh besar India yang mencintai rakyat dan tanah airnya. Dengan jargonnya tanpa kekerasan, Ghandi mampu mengusir penjajah Inggris tanpa kekerasan.

Kekuatan cinta pula yang menggerakan rakyat Palestina habis-habisan mempertahankan tanah air mereka dari penjajah Israel. Meski para pejuang Palestina paham betul bahwa persenjataan mereka sangat terbatas jika dibandingkan dengan Israel.

Namun karena kekuatan cinta, pejuang Palestina tak gentar menghadapi semua gempuran Israel. Kematian bagi mereka adalah pintu untuk bertemu, bersua dan berkasih dengan Allah SWT. Begitulah kekuatan cinta, apapun akan dilakukan demi sesuatu yang dicintainya. ****

Tidak ada komentar: